Scroll untuk membaca artikel
Kamis, 24 November 2022 | 11:39 WIB

Kekesalan Ibu Korban Gempa Cianjur saat Pihak RT Bedakan Bantuan, Mau Dikasih Malah Diambil Lagi

Masnurdiansyah
Kekesalan Ibu Korban Gempa Cianjur saat Pihak RT Bedakan Bantuan, Mau Dikasih Malah Diambil Lagi
Beberapa warga yang mendirikan tenda pengungsian karena posko penuh di wilayah Cieundeur, Warungkondang, Cianjur. (Foto: Masnurdiansyah)

SuaraCianjur.id- Gempa Cianjur yang membuat sebagian wilayah menjadi luluh lantak akibat diguncang dengan kekuatan 5,6 magnitudo pada hari Senin (21/11) kemarin, menyisakan duka.

Banyak korban tewas dan luka-luka. Tak Sedikitrumah warga yang rusak dan ambruk. Mereka mengungsi ke posko penampungan, bahkan ada juga yang harus membuka tenda sendiri karena tempat penampungan yang sudah disediakan penuh.

Pembagian logistik yang belum merata dan terkesan membeda-bedakan pun dialami oleh warga.

Hal ini turut dirasakan oleh Nurhayati dari Desa Cieundeur, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur. Dia adalah warga RT 2 RW 1. Tampkanya dia kesal dengan perilaku penanggung jawab bantuan yang ada di wilayahnya tersebut.

Baca Juga:Tim Penyelemat Tembus dan Evakuasi Warga yang Terisolir di Wilayah Cugenang, Warga Tidur Sama Mayat

Dari beberapa warga, dirinya kesal karena seperti dibeda-bedakan oleh pihak RT setempat. Nurhayati mencurahkan isi hatinya, ditengah kondisi yang membuat dirinya bersama warga lain yang sedang trauma pasca diguncang gempa. Apalagi beberapa luka didapatkan, ketika bangunan rumahnya runtuh.

Ibu satu ini kesal dengan perilaku dari pengelola RT setempat yang membeda-bedakan, terhadap korban bencana gempa, dalam hal pemberina bantuan.

“Tolonglah jangan membeda-bedakan, itu yang bikin saya sakit hati karena saya itu perbatasan RT 2 sama RT 4, paling ujung. Kata RT 4 saya itu nggak masuk RT jadi tidak dapat dapat apapun (bantuan) dari RT 4 jadi harus minta RT 2, sedangkan RT 2 itu jauh,” kata dia, kepada cianjur.suara.com, Kamis (24/11/2022).

Jauhnya jarak cukup sulit untuk Nurhayati dan beberapa warga lainnya mendapatkan bantuan. Terlebih dia mengatakan kalau anaknya yang memiliki kebutuhan khusus, memiliki emosi yang tidak stabil.

Mirisnya kata dia, ketika bencana terjadi RT mereka membeda-bedakan dalam pemberina bantuan. Tapi sementara ketika penarikan uang contohanya dalam acara peringatan kemerdekaan semua warga disamaratakan.

Baca Juga:Terlanjur Jatuh Cinta pada Anak Hasil Hubungan dengan RD, Denise Chariesta Mengaku Stres saat Keguguran

Warga di Desa Cieundeur, Warungkondang, Cianjur mendirikan tenda darurat di dekat rumahnya usai rumahnya ambruk diguncang gempa. [Foto: Zaki]
Warga di Desa Cieundeur, Warungkondang, Cianjur mendirikan tenda darurat di dekat rumahnya usai rumahnya ambruk diguncang gempa. (sumber: Foto: Zaki)

“Nah yang bikin saya sakit hati itu kenapa disaat semua orang yang terkena gempanya sama kenapa harus dibeda-bedakan. Kenapa pas ada misalnya Agustusan atau apa gitu, disamakan atau disamaratakan, kenapa gitu,” kata dia.

Padahal Nurhayati bantuan yang bisa diharapkan adalah dari RT 4 yang jaraknya cukup dekat, dengan tempat tinggalnya saat ini. Namun pihak RT setepat seolah enggan untuk memberikan bantuan, karena dia tidak termasuk ke dalam daftar warganya.

“Kenapa harus ada oknum yang bilang katanya kan bukan RT kami,” kata dia.

Beruntung dirinya kini sudah mendapatkan bantuan. Hanya saja lagi-lagi warag yang sedang mendirikan posko pengungsian sendiri ini dibuat kesal. Dia sempat menangis karena belum teersentuh bantuan.

“Tadi udah. Kalau sebelumnya belum saya sampai nangis, waktu itu saya nangis Cuma minta terpal,” ungkapnya.

Hal yang paling menyakitkan bagi dirinya adalah, ketika dirinya memohon meminta terpal. Hal itu dibutuhkan sebagai atap untuk berteduh bersama warga lainnya dalam sementara waktu.

Namun ketika pihak yang memberikan bantuan akan memberi terpal tersebut, diambil oleh oknum pengelola bantuan di wilayah tersebut.

Pendistribusian bantuan logistik bagi para korban gempa Cianjur di wilayah Cieundeur, Kabupaten Cianjur. [Foto: Dok. Relawan.]
Pendistribusian bantuan logistik bagi para korban gempa Cianjur di wilayah Cieundeur, Kabupaten Cianjur. (sumber: Foto: Dok. Relawan.)

“Saya sampai mohon-mohon saya sampai nangis, terpalnya ada sama yang bantu mau dikasihin, diambil lagi sama oknum,” jelas dia.

Alasannya dirinya dan beberapa orang lainnya diperintah untuk ikut ke wilayah atas sebagai lokasi penampungan inti. Sementara di penampungan itu sudah penuh, dan banyak warga ayng kembali ke bawah.

“Katanya ikut aja ke atas. Terpal mau dikasihin ke saya terus ditanya ‘buat siapa? Buat si teteh ini. oh jangan katanya kalau mau sok aja ke atas gabung (posko). Terus kata saya di atas saya juga barusan ke atas udah gak ada tempat, yang dari atas saja ke sini. Cuman karena alasannya saya beda RT,” kata Nurhayati kesal.

Namun dirinya kini sudah mendapatkan beberapa bantuan logistik, hanya saja akibat hartanya habis diguncang gempa, kini harapan dirinya saat ini mendapatkan uluran bantuan dari masyarakat. (*)

Berita Terkait

Tag

terpopuler

Berita

Terkini

Loading...
Load More
Ikuti Kami

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda