Scroll untuk membaca artikel
Minggu, 04 Desember 2022 | 16:26 WIB

Gunung Semeru Berstatus Waspada, Ini Kawasan Rawan Bencana yang Bakalan Terdampak Berdasarkan PVMBG

Yudistira
Gunung Semeru Berstatus Waspada, Ini Kawasan Rawan Bencana yang Bakalan Terdampak Berdasarkan PVMBG
Gunung Semeru muntahkan awan panas. (CCTV pemantauan Gunung Semeru (BPBD))

SuaraCianjur.id - Gunung Semeru kini telah dinaikan statusnya menjadi awas. PVMBG merekomendasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Dilansir dari situs PVMBG, ada klasifikasi kawasan rawan bencana jika Gunung Semeru terjadi erupsi.

Berikut kawasan yang masuk rawan bencana saat Gunung Semeru erupsi :

1. Kawasan Rawan Bencana III. Kawasan ini merupakan satu wilayah yang paling terdampak jika Gunung Semeru alami erupsi. Kawasan ini juga berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, guguran lava, lontaran batu (pijar), atau gas beracun. Kawasan tersebut berada daerah puncak Semeru dan sekitarnya.

Baca Juga:Erina Gudono Sebut Kaesang Pangarep Sudah Latihan Ijab Kabul Sejak Enam Bulan Lalu: Ikhtiarnya Sudah Maksimal

2. Kawasan Rawan Bencana II. Kawasan ini juga berpotensi erlanda awan panas, aliran lava, lontaran batu (pijar) atau guguran lava, hujan abu lebat, hujan lumpur panas, aliran lahar, dan gas beracun. Ada dua kawasan yang masuk kategori ini. Pertama Kawasan rawan terhadap awan panas, aliran lava, guguran lava, aliran lahar, dan gas beracun terutama hulu K. Manjing, K. Glidik, K. Sumbersari, Besuk Sarat, Besuk Kembar, Besuk Kobokan, K. Pancing, Besuk Semut, Besuk Tunggeng, Besuk Sat, K. Mujur, K. Liprak, K. Regoyo dan K. Rejali. Kedua rawan terhadap hujan abu lebat, lontaran batu (pijar) dan/atau hujan lumpur panas.

3. Kawasan Rawan Bencana I. Kawasan ini berpotensi terlanda lahar, tertimpa material jatuhan berupa hujan abu, dan/atau air dengan keasaman tinggi. Apabila letusan membesar, kawasan ini berpotensi terlanda perluasan awan panas dan tertimpa material jatuhan berupa hujan abu lebat, serta lontaran batu (pijar). Sama halnya dengan kawasan rawan bencana II, di kawasan rawan bencana I juga terdapat dua kategori kawasan yang terlanda. Pertama kawasan rawan terhadap lahar. Kawasan ini terletak di sepanjang lembah dan bantaran sungai, terutama yang berhulu di daerah puncak. Yaitu : K. Manjing, K. Glidik, Besuk Sarat, Besuk Kembar, Besuk Kobokan, K. Pancing, Besuk Semut, Besuk Tunggeng, Besuk Sat, K. Mujur dan K. Rejali. Kedua kawasan rawan terhadap hujan abu tanpa memperhitungkan arah tiupan angin.

Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Semeru. [PVMBG]
Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Semeru. (sumber: PVMBG)

BPNB menghimbau masyarakat agar selalu mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Adapun masyarakat juga diimbau untuk tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan mengenai aktivitas Gunung Api Semeru, dan mengikuti arahan dari Instansi yang berwenang yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB dan K/L, Pemda, dan instansi terkait lainnya.

BNPB akan terus berkoordinasi dengan Badan Geologi, PVMBG, BPBD Kabupaten Lumajang, TNI, Polri dan instansi terkait dalam pengembangan data dan informasi terkait erupsi Gunungapi Semeru. (*)

Baca Juga:5 Manfaat Melatih Anak untuk Membuat Mainan Sendiri, Jadi Kreatif!

Berita Terkait

Tag

terpopuler

Berita

Terkini

Loading...
Load More
Ikuti Kami

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda