Scroll untuk membaca artikel
Selasa, 24 Januari 2023 | 19:18 WIB

Mengaku Tilap Dana Korban Lion Air, Eks Bos ACT Ini Divonis Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa

Mulvi Mohammad
Mengaku Tilap Dana Korban Lion Air, Eks Bos ACT Ini Divonis Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
Eks bos ACT, Ibnu Khajar divonis tiga tahun. Vonis ini lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa. (YouTube/Aksi Cepat Tanggap)

SuaraCianjur.id - Manjelis Hakim Pengadilan Jakarta Selatan menjatuhkan vonis tiga tahun penjara terhadap Mantan Presiden Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Khajar. Majelis hakim memutuskan vonis lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa, satu diantaranya karena Ibnu Khajar mengakui perbuatannya. 

Sidang dengan agenda pembacaan vonis itu diselenggarakan pada Selasa (24/1/2023). Hakim menyatakan Ibnu Khajar terbukti bersalah atas kasus penggelapan dana bantuan sosial korban Lion Air tahun 2018. 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun penjara," kata Hakim Ketua Hariyadi dikutip cianjur.suara.com dari Antara. 

Presiden ACT periode 2019-2022 ini menilap dan turut menikmati dana keluarga korban Lion Air. Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai Rp 117 miliar. 

Baca Juga:5 Fakta Sharon Crandall, Aktris Berdarah Indonesia yang Lakoni Adegan Tanpa Busana di The Last of Us

Vonis yang dijatuhkan hakim lebih rendah dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu empat tahun penjara. 

Majelis hakim juga menjelaskan sejumlah hal yang meringankan mantan boss ACT itu. Satu diantaranya adalah karena pengakuannya. 

"Hal-hal yang meringankan di antaranya adalah terdakwa mengakui perbuatannya, mempunyai tanggungan keluarga, dan terdakwa belum pernah dihukum," ucap Hariyadi.

Sementara untuk hal yang memberatkan, lanjut hakim, adalah perbuatan terpidana membuat kerugian dan keresahan, khususnya bagi ahli waris atau penerima manfaat korban Lion Air. 

Pada sidang pembacaan tuntutan, JPU menyebut tiga mantan petinggi ACT terbukti bersalah melakukan dugaan penggelapan dana Boeing Community Investment Fund (BCIF). 

Baca Juga:Buron Sejak 2018, Akhirnya KPK Tangkap Eks Panglima GAM Izil Azhar!

Selain Ibnu Khajar, dua petinggi ACT yang diseret ke meja hijau atas kasus ini adalah  pendiri sekaligus mantan Presiden ACT Ahyudin dan eks Vice President Operational ACT Hariyana Hermain.

Untuk diketahui, BCIF adalah dana yang diserahkan oleh The Boeing Company atas tragedi jatuhnya Pesawat Lion Air pada 29 Oktober 2018.

JPU menjelaskan Yayasan ACT menggelapkan dana bantuan dari BCIF sebesar Rp 117 miliar. 

Dari dana Rp 138.546.388.500 yang disalurkan BCIF, ACT hanya menyalurkan Rp 20.563.857.503. Sisanya dipakai tidak sesuai ketentuan yang disepakati bersama Boeing. (*)

SUMBER: ANTARA

Berita Terkait

Tag

terpopuler

Berita

Terkini

Loading...
Load More
Ikuti Kami

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda