Indonesia Bisa! Tunjukkan Budaya Kita Kepada Dunia dengan Menjadi Warganet yang Berakhlak dan Cakap Digital

Indonesia adalah sebuah negara yang terkenal akan ramah-tamah, tata krama, dan kaya akan budaya. Namun sayangnya, hal ini berbanding terbalik dengan kenyataan kehidupan masyarakatnya dalam dunia digital. Oleh karena itu pembelajaran dan pemahaman akan kecakapan dunia digital perlu dipadukan budaya.

Tigor Hutabarat
Selasa, 21 Februari 2023 | 07:00 WIB
Indonesia Bisa! Tunjukkan Budaya Kita Kepada Dunia dengan Menjadi Warganet yang Berakhlak dan Cakap Digital
Tanamkan budaya Indonesia dalam kehidupan dunia digital dengan dasar Pancasiila dan Bhineka Tunggal Ika (freepik /@wayhomestudio)

SuaraCianjur.id - Sebagai masyarakat Indonesia, kita memiliki landasan hidup bernegara dan berbudaya yang kita kenal sebagai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Oleh karena itu, hal ini baiknya juga dapat kita terapkan dalam mempelajari dan menggunakan media digital.

"Kita ini orang Indonesia, punya Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai pijakan kehidupan sehari-hari. Berangkat itu, mempelajari bermedia digital menjadi penting," kata Cut Meutie Karolina, dikutip cianjur.suara.com dari laman suara.com, Selasa (21/2/2023).

Narasumber kegiatan literasi digital #makincakapdigital 2023 yang juga Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Al-Azhar, menyampaikan hal tersebut dalam segmen pendidikan DKI Jakarta dan Banten.

Beliau menuturkan bahwa, budaya Indonesia yang kaya dan terkenal akan ramah-tamahnya harus juga dapat tercermin dalam dunia digital. Hal ini dikarenakan, adanya realita dalam dunia digital saat ini yang berbanding terbalik dengan kebudayaan Indonesia itu sendiri.

Baca Juga:Sempat Dikabarkan Sakit Prostat, Polisi Pastikan Tersangka Serial Killer Aki Wowon Sehat di Rutan Polda Metro Jaya

"Ini harus kita kembalikan lagi, teknologi digital dan media digital sebegai kesempatan untuk memperkenalkan kembali Indonesia yang luar biasa keren dan sangat menarik untuk disebarkan lewat digital," ujar Cut Meutia.

Beliau menekankan bahwa, norma-norma yang terkandung dalam budaya Indonesia haruslah tetap terjaga dengan baik dengan menggunakan hak kebebasan berekspresi dalam dunia digital.

"Sebaiknya kita jangan sampai bablas menggunakan media digital dalam berekspresi," lanjut beliau.

Perlu diketahui, pada bulan Februari 2022 berdasarkan data yang diperoleh dari We Are Social and Hoot Suit, 73,7 persen atau sekitar 204,7 juta jiwa penduduk Indonesia adalah pengguna internet aktif.

Maka dari itu, Cut Meutia menjelaskan kembali agar para penduduk Indonesia dapat menerapkan kehidupan berbudaya sehari-harinya dapat diterapkan dalam kehidupan media digital.

Baca Juga:Takut Lahannya Digusur karena Pelebaran Jalan, Warga Baloi Kolam Datangi BP Batam

"Sebenarnya budaya masyarakat Indonesia di kehidupan nyata sama juga harus kita terapkan di kehidupan bermedia digital," jelas beliau.

Dapat diketahui juga, program Literasi Digital ini merupakan salah satu rangkaian program kegiatan yang diadakan oleh Kemenkominfo dan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD).

Sumber: suara.com

REKOMENDASI

BERITA TERKAIT

Gaya Hidup

Terkini

Tampilkan lebih banyak