SuaraCianjur.id - Pada tahun 2016, kasus kopi sianida menggemparkan masyarakat Indonesia. Seorang perempuan bernama Mirna Salihin meninggal dunia setelah minum kopi di sebuah kafe di Jakarta. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa kopi yang diminum oleh Mirna telah dicampur dengan sianida oleh Jessica Kumala Wongso.
Kasus ini menarik perhatian publik karena kedekatan antara Mirna dan Jessica, yang ternyata menjadi tersangka dalam kasus tersebut. Ferdy Sambo, yang pada saat itu menjabat sebagai wakil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, bersama dengan atasannya Irjen Krishna Murti yang saat itu berpangkat Kombes, ikut menangani kasus tersebut.
Kasus kopi sianida ini menjadi salah satu bukti meringankan yang diajukan oleh tim kuasa hukum terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Ferdy Sambo. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh kuasa hukum Febri Diansyah, Kamis (29/12/2022).
"Untuk bukti ini, kami ajukan 4 putusan yaitu putusan terdakwa Jessica Kumala Wongso yang menegaskan dibutuhkan motif dalam pembuktian," kata Febri dalam persidangan.
Saat ini Ferdy Sambo divonis hukuman mati akibat terbukti bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.
Sementara itu, pelaku lainnya Putri Chandrawati, Ricky, dan Kuat Ma’ruf divonis dengan hukuman penjara yang cukup berat, yaitu 20 tahun, 13 tahun, dan 15 tahun penjara.
Sedangkan satu terdakwa lainnya, Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, divonis dengan pidana 1,5 tahun penjara. (*)