Koruptor Ketar-Ketir, RUU Perampasan Aset Tindak Pidana Sudah di Meja Presiden Joko Widodo

Mahfud MD mengungkapkan bahwa RUU Perampasan Aset Tindak Pidana sudah sampai di meja Presiden Jokowi dan tinggal menunggu untuk ditandatangani. Apa alasan Presiden belum menandatanganinya? Simak selengkapnya!

Ananda Saputra
Jum'at, 28 April 2023 | 16:55 WIB
Koruptor Ketar-Ketir, RUU Perampasan Aset Tindak Pidana Sudah di Meja Presiden Joko Widodo
Menko Polhukam, Mahfud MD mengatakan bahwa RUU Perampasan Aset Tindak Pidana sudah sampai di meja Presiden Jokowi dan siap di tanda tangan pekan depan (Foto: Suara.com kontributor - Uli Febriarni)

SUARA CIANJUR- Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Tindak Pidana telah sampai di meja Presiden RI Joko Widodo dan hanya menunggu untuk ditandatangani. 

Meskipun begitu, Mahfud menganggap wajar jika Presiden belum menandatanganinya mengingat kantor pemerintahan baru saja kembali beroperasi selama dua hari setelah libur Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah/2023.

"Sudah di meja Presiden, kan habis Lebaran, baru dua hari kita ngantor. Sudah disampaikan Presiden, sudah di disposisi oleh menteri-menteri terkait," ungkap Mahfud

Menurut Mahfud, kemungkinan besar Presiden Jokowi akan menandatangani RUU Perampasan Aset Tindak Pidana pada pekan depan.

Baca Juga:Dituntut Hukuman Mati, Teddy Minahasa Akan Dengarkan Vonis Hakim pada 9 Mei 2023

"Ya tinggal presiden perlu waktu untuk melihat dulu (di) meja surat-surat yang harus ditandatangani karena acaranya sangat banyak. Tapi saya kira paling lambat minggu depan sudah," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan keheranannya mengapa draft RUU Perampasan Aset belum rampung. 

Sementara ia sudah memerintahkan untuk segera dikeluarkan surat presiden (surpres) terkait pembahasan tersebut. (*)

Sumber: Instagram Jkt Info

(*/Haekal)

Baca Juga:Virgoun 2 tahun Selingkuh hingga Booking Cewek, Ustaz Derry Sulaiman: Lagi Diuji, Jangan Dipukul

REKOMENDASI

BERITA TERKAIT

Berita

Terkini

Tampilkan lebih banyak